Thursday, April 4, 2019

5 olahraga tradisional


5 olahraga tradisional

1. Galah asin


Galah asin merupakan salah satu olahraga tradisional yang mulai menghilang di kalangan masyarakat Indonesia. Cukup disayangkan memang, karena di masa jayanya, olahraga ini merupakan favorit anak-anak kecil. Dikenal pula dengan nama gerobak sodor, olahraga ini dimainkan di lapangan terbuka berukuruan 9 x 4 meter dan merupakan olahraga tim. Masing-masing tim terdiri dari 5 sampai 7 orang. Di lapangan yang sudah disediakan, tiap anggota tim harus melewati hadangan dari setiap anggota tim lawan dari ujung lapangan hingga ke ujung yang lainnya dan kembali lagi. Bila masing-masing tim terdiri dari 5 orang, maka total, setiap anggota tim harus melewati 10 hadangan. Masing-masing anggota penghadang hanya boleh bergerak secara horizontal berdasarkan garis yang sudah dibuat sebelumnya. Tim yang memenangkan permainan adalah tim yang seluruh anggotanya berhasil melewati hadangan pemain lawan. Galah asin populer di kalangan anak-anak karena cocok bagi mereka yang mempunyai banyak energi dan suka berlari. Olahraga ini juga melatih ketangkasan dan kecepatan serta menuntut kekompakan antara anggota tim dan juga kejelian menyusun strategi. Salah satu yang membuat olahraga ini semakin menghilang adalah ketersediaan lahan. Dengan ukuran lapangan permainan yang cukup luas, agak sulit untuk menemukan lokasi yang tepat, apalagi di daerah perkotaan.
2. Enggrang
Enggrang juga merupakan salah satu olahraga tradisional yang paling populer dari Indonesia. Berasal dari Jawa, olahraga ini cukup populer di kalangan masyarakat pedesaan dan kerap kali dipertandingkan pada hari Kemerdekaan Indonesia maupun event-event nasional lainnya. Meskipun belum termasuk olahraga resmi, enggrang populer di masyarakat karena tergolong olahraga yang sederhana dan menyenangkan. Anda hanya perlu sepasang bambu panjang berukuran kecil yang cukup kuat untuk menahan berat badan Anda dan sepasang kayu kecil untuk dipasangkan ke bambu dan berfungsi sebagai pijakan. Enggrang populer di kalangan anak-anak, setidaknya anak-anak zaman dahulu, karena termasuk olahraga yang tidak membutuhkan banyak biaya dan cukup mudah dilakukan. Enggrang juga sering diperlombakan saat hari kemerdekaan dan biasanya dipertandingkan antar desa. Bermain enggrang cukup menantang, khususnya bagi Anda yang takut ketinggian, karena bambu yang digunakan bisa mencapai 2 meter. Selain itu, Anda juga harus bisa menjaga keseimbangan saat berada di atas enggrang. Sayang sekali, sama halnya seperti olahraga-olahraga tradisional lain, keberadaan enggrang kini sudah hampir punah. Sangat sulit menemukan anak-anak zaman sekarang memainkan olahraga ini, terlebih di daerah perkotaan.
3. Karapan Sapi

Karapan sapi berasal dari daerah Madura dan merupakan olahraga tradisional yang cukup populer. Olahraga tradisional yang satu ini merupakan olahraga yang mirip dengan pacuan kuda, hanya berbeda pada binatang yang digunakan dalam perlombaan, yakni sapi. Selain itu, sapi yang digunakan juga dua ekor untuk menarik satu kereta kayu yang dinaiki oleh penunggangnya. Para pembalap biasanya akan menempuh jarak sejauh 100 meter dan yang pertama mencapai garis finish adalah pemenangnya. Olahraga ini sebenarnya diciptakan dari cara petani-petani membajak sawahnya dengan bantuan sapi. Mungkin orang-orang di Madura menemukan hal unik yang menarik dari cara menggarap sawah yang tradisional tersebut sehingga akhirnya mereka menciptakan olahraga karapan sapi ini. Biasanya perlombaan dilakukan sekitar bulan September sampai Oktober dan memperebutkan Piala Bergilir Presiden. Tidak ada alasan jelas mengenai waktu tersebut, namun sepertinya sudah merupakan bagian dari tradisi. Karapan sapi memang populer dan olahraga ini bahkan sempat dijadikan sebagai gambar pada uang logam pecahan Rp. 100,- beberapa tahun yang lalu.


4. Tarik Tambang

Siapa yang tidak tahu olahraga tarik tambang? Ya, olahraga tradisional yang satu ini juga sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia karena merupakan olahraga yang sering diperlombakan di acara peringatan kemerdekaan atau acara-acara non formal seperti gathering atau outing. Cukup masuk di akal karena olahraga tarik tambang pada dasarnya menuntut kerjasama dan kekompakan tim, hal-hal yang bisa memupuk persatuan dan ikatan di antara orang-orang yang terlibat di dalamnya. Olahraga ini juga sangat sederhana dan tidak membutuhkan banyak biaya. Anda cukup menyediakan satu tali tambang yang cukup panjang untuk ditarik oleh dua tim, biasanya minimal terdiri dari lima orang untuk masing-masing tim. Permainan dimulai dengan tali tambang berada pada titik tengah dan setiap anggota masing-masing tim memegang tali tambang di masing-masing sisi. Setelah peluit dibunyikan, kedua tim akan mencoba menarik tali tambang tersebut. Adu kekuatan akan terjadi dan tim yang tertarik ke titik tengah akan kalah. Selain kekuatan dari masing-masing anggota tim, pemilihan strategi yang tepat juga bisa mempengaruhi hasil akhir permainan. Biasanya, pemain dengan bobot badan yang lebih berat akan ditempatkan di ujung tali tambang karena akan lebih memberikan tenaga dan tarikan yang lebih kuat.
5. Bakiak

Berasal dari Sumatera Barat, olahraga tradisional yang satu ini mirip dengan tarik tambang karena mengandung unsur-unsur kerjasama dan kekompakan tim. Bedanya adalah, Anda tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak tenaga untuk melakukan olahraga ini. Bakiak merupakan olahraga perlombaan dengan garis start dan garis finish dengan beberapa tim yang terdiri dari beberapa peserta, biasanya tiga peserta per tim. Para peserta ini akan berjalan bersama-sama menggunakan bakiak, yakni sebuah sandal besar yang terbuat dari kayu panjang (umumnya 1,5 meter) yang dihaluskan dan diberikan selop khusus. Pada dasarnya, bakiak adalah sandal raksasa yang bisa dipakai oleh beberapa orang sekaligus. Kuncinya di sini adalah kekompakan saat melangkah karena jika salah satu peserta tidak melangkah bersamaan dengan peserta lainnya, maka tim tersebut hampir pasti akan jatuh. Sering diperlombakan di acara peringatan kemerdekaan dan acara-acara nasional lainnya, bakiak merupakan olahraga yang masih cukup eksis di zaman sekarang ini, walaupun kita mungkin harus masuk ke desa-desa untuk menemukannya. Perlombaan bakiak sangat menarik untuk disaksikan karena sangat menghibur dan dapat diikuti oleh siapa saja dari berbagai jenis usia dan jenis kelamin


0 comments:

Post a Comment