5
olahraga tradisional
1. Galah asin
Galah asin merupakan salah satu olahraga
tradisional yang mulai menghilang di kalangan masyarakat Indonesia. Cukup
disayangkan memang, karena di masa jayanya, olahraga ini merupakan favorit
anak-anak kecil. Dikenal pula dengan nama gerobak sodor, olahraga ini dimainkan
di lapangan terbuka berukuruan 9 x 4 meter dan merupakan olahraga tim.
Masing-masing tim terdiri dari 5 sampai 7 orang. Di lapangan yang sudah
disediakan, tiap anggota tim harus melewati hadangan dari setiap anggota tim
lawan dari ujung lapangan hingga ke ujung yang lainnya dan kembali lagi. Bila
masing-masing tim terdiri dari 5 orang, maka total, setiap anggota tim harus
melewati 10 hadangan. Masing-masing anggota penghadang hanya boleh bergerak
secara horizontal berdasarkan garis yang sudah dibuat sebelumnya. Tim yang
memenangkan permainan adalah tim yang seluruh anggotanya berhasil melewati
hadangan pemain lawan. Galah asin populer di kalangan anak-anak karena cocok
bagi mereka yang mempunyai banyak energi dan suka berlari. Olahraga ini juga
melatih ketangkasan dan kecepatan serta menuntut kekompakan antara anggota tim
dan juga kejelian menyusun strategi. Salah satu yang membuat olahraga ini
semakin menghilang adalah ketersediaan lahan. Dengan ukuran lapangan permainan
yang cukup luas, agak sulit untuk menemukan lokasi yang tepat, apalagi di
daerah perkotaan.
2. Enggrang
Enggrang juga merupakan salah satu olahraga tradisional yang paling
populer dari Indonesia. Berasal dari Jawa, olahraga ini cukup populer di
kalangan masyarakat pedesaan dan kerap kali dipertandingkan pada hari
Kemerdekaan Indonesia maupun event-event nasional lainnya. Meskipun belum
termasuk olahraga resmi, enggrang populer di masyarakat karena tergolong
olahraga yang sederhana dan menyenangkan. Anda hanya perlu sepasang bambu
panjang berukuran kecil yang cukup kuat untuk menahan berat badan Anda dan sepasang
kayu kecil untuk dipasangkan ke bambu dan berfungsi sebagai pijakan. Enggrang
populer di kalangan anak-anak, setidaknya anak-anak zaman dahulu, karena
termasuk olahraga yang tidak membutuhkan banyak biaya dan cukup mudah
dilakukan. Enggrang juga sering diperlombakan saat hari kemerdekaan dan
biasanya dipertandingkan antar desa. Bermain enggrang cukup menantang,
khususnya bagi Anda yang takut ketinggian, karena bambu yang digunakan bisa
mencapai 2 meter. Selain itu, Anda juga harus bisa menjaga keseimbangan saat
berada di atas enggrang. Sayang sekali, sama halnya seperti olahraga-olahraga
tradisional lain, keberadaan enggrang kini sudah hampir punah. Sangat sulit
menemukan anak-anak zaman sekarang memainkan olahraga ini, terlebih di daerah
perkotaan.
3. Karapan Sapi
Karapan sapi berasal dari daerah Madura dan merupakan olahraga tradisional
yang cukup populer. Olahraga tradisional yang satu ini merupakan olahraga yang
mirip dengan pacuan kuda, hanya berbeda pada binatang yang digunakan dalam
perlombaan, yakni sapi. Selain itu, sapi yang digunakan juga dua ekor untuk
menarik satu kereta kayu yang dinaiki oleh penunggangnya. Para pembalap
biasanya akan menempuh jarak sejauh 100 meter dan yang pertama mencapai garis
finish adalah pemenangnya. Olahraga ini sebenarnya diciptakan dari cara
petani-petani membajak sawahnya dengan bantuan sapi. Mungkin orang-orang di
Madura menemukan hal unik yang menarik dari cara menggarap sawah yang
tradisional tersebut sehingga akhirnya mereka menciptakan olahraga karapan sapi
ini. Biasanya perlombaan dilakukan sekitar bulan September sampai Oktober dan
memperebutkan Piala Bergilir Presiden. Tidak ada alasan jelas mengenai waktu
tersebut, namun sepertinya sudah merupakan bagian dari tradisi. Karapan sapi
memang populer dan olahraga ini bahkan sempat dijadikan sebagai gambar pada
uang logam pecahan Rp. 100,- beberapa tahun yang lalu.
4. Tarik Tambang
Siapa yang tidak tahu olahraga tarik tambang? Ya, olahraga tradisional yang
satu ini juga sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia karena merupakan
olahraga yang sering diperlombakan di acara peringatan kemerdekaan atau
acara-acara non formal seperti gathering atau outing. Cukup masuk di akal
karena olahraga tarik tambang pada dasarnya menuntut kerjasama dan kekompakan
tim, hal-hal yang bisa memupuk persatuan dan ikatan di antara orang-orang yang
terlibat di dalamnya. Olahraga ini juga sangat sederhana dan tidak membutuhkan
banyak biaya. Anda cukup menyediakan satu tali tambang yang cukup panjang untuk
ditarik oleh dua tim, biasanya minimal terdiri dari lima orang untuk
masing-masing tim. Permainan dimulai dengan tali tambang berada pada titik
tengah dan setiap anggota masing-masing tim memegang tali tambang di
masing-masing sisi. Setelah peluit dibunyikan, kedua tim akan mencoba menarik
tali tambang tersebut. Adu kekuatan akan terjadi dan tim yang tertarik ke titik
tengah akan kalah. Selain kekuatan dari masing-masing anggota tim, pemilihan
strategi yang tepat juga bisa mempengaruhi hasil akhir permainan. Biasanya,
pemain dengan bobot badan yang lebih berat akan ditempatkan di ujung tali
tambang karena akan lebih memberikan tenaga dan tarikan yang lebih kuat.
5. Bakiak
Berasal dari Sumatera Barat, olahraga tradisional yang satu ini mirip
dengan tarik tambang karena mengandung unsur-unsur kerjasama dan kekompakan
tim. Bedanya adalah, Anda tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak tenaga untuk
melakukan olahraga ini. Bakiak merupakan olahraga perlombaan dengan garis start
dan garis finish dengan beberapa tim yang terdiri dari beberapa peserta,
biasanya tiga peserta per tim. Para peserta ini akan berjalan bersama-sama
menggunakan bakiak, yakni sebuah sandal besar yang terbuat dari kayu panjang
(umumnya 1,5 meter) yang dihaluskan dan diberikan selop khusus. Pada dasarnya,
bakiak adalah sandal raksasa yang bisa dipakai oleh beberapa orang sekaligus.
Kuncinya di sini adalah kekompakan saat melangkah karena jika salah satu
peserta tidak melangkah bersamaan dengan peserta lainnya, maka tim tersebut
hampir pasti akan jatuh. Sering diperlombakan di acara peringatan kemerdekaan
dan acara-acara nasional lainnya, bakiak merupakan olahraga yang masih cukup
eksis di zaman sekarang ini, walaupun kita mungkin harus masuk ke desa-desa
untuk menemukannya. Perlombaan bakiak sangat menarik untuk disaksikan karena
sangat menghibur dan dapat diikuti oleh siapa saja dari berbagai jenis usia dan
jenis kelamin











0 comments:
Post a Comment